Lagu Bungong Jeumpa | Asal Sejarah, Lirik, Terjemahan dan Partitur Not Angka serta Chordnya
Judul Lagu:Bungong Jeumpa
Asal: Aceh
Nada Dasar: DO = C
Birama: 4/4
Tempo: Andante
Kalau mendengar kata Aceh, Lagu daerah yang paling asik di daerah ini adalah lagu Bungong Jeumpa. Lagu yang memiliki sebuah aura positif sebagai gambaran daerah Aceh Bak Bungong Jeumpa yang mempesona.
Lagunya ini enak untuk didengar karena alunan lagunya yang penuh semangat dengan nada-nada yang mudah, tidak sulit untuk dipelajari.
Warnanya yang khas putih kuning bercampur merah dan harumnya yang khas menunjukkan sebuah keindahan, semangat dan kesempurnaan.
Dalam bahasa bahasa daerah lain Bungong Jeumpa bisa dijumpai dengan ragam bahasa yang berbeda seperti kantil (Jawa), Cempaka Bodas (Sunda), Cempaka Bobulo (Tidore), cempaka Mopusi (Mongondow), Cempaka (Madura), Cempaka Putieh (Minangkabau), Elang Kebo (Makasar), Cempaka Bobudo (Ternate), Bunga Sulap Mapute (Bugis).
Bungong Jeumpa bisa menjadi inspirasi dari lagu ini karena bunga ini pada saat itu sangat mudah dijumpai di Aceh yang menjadi sebuah tumbuhan endemik / tumbuhan liar yang sangat mudah tumbuh didaerah itu. Selain itu tentunya bunga ini mempunyai sebuah keindahan dan wanginya yang khas yang menggambarkan akan sebuah Semangat dan Keindahan Tanah Aceh.
Namun yang disayangkan saat ini bunga Jeumpa sudah menjadi tanaman yang sulit di temukan lagi, sehingga generasi seperti saat ini, mungkin akan bertanya, yang mana sih bunga Cempaka/ Bungong Jeumpa itu?
Bungong Jeumpa Mempengaruhi tradisi
Bangong jeumpa di Aceh nampak menunjukkan pengaruh bagi kebiasaan atau tradisi di Aceh. Dalam hal ini bisa terlihat dalam pemakaian bunga ini dalam upacara tradisi dan ukiran-ukiran pada bangunan bersejarah.
Dalam upacara perkawinan, kuncup Bungong Jeumpa dijadikan hiasan kepala Dara Baro (Pengantin). Namun karena saat ini bungong jeumpa bisa dikatakan sulit dijumpai lagi, BUngong jeumpapun sering kali diganti dengan bunga melati.
Dalam upacara Manoe Pucok sebuah tradisi memandikan mempelai perempuan menjelang hari ijab-kabul pernikahan, Bungong Jeumpa dijadikan campuran bunga dengan bung lainnya pada air dalam mundam.
|
Dalam Ziarah Makam juga, Bunga Jeumpa dijadikan campuran dalam campuran wewangian untuk acara ziarah tersebut.
Bungong Jeumpa menjadi sebuah ragam Rias
Di daerah Aceh corak-corak Bunga Cempaka (Bungong Jeumpa) juga ikut mewarnai keberagaman seni songket, Interior dan Exterior rumah Aceh, seni bersejarah seperti Corak Monumen.
Salah satu motif songket dari Aceh yaitu menggunakan Motif Bungong Jeumpa yang sudah mekar dalam tenunannnya.
Corak-corak dari bentuk Bungong Jeumpa juga sering menjadi inspirasi bagi para Utoh (pengerjin ukiran rumah) dalam menciptakan sebeuh seni Interior dan exterior rumah di tradisioanl di aceh.
Biasanya corak Bungong Jeumpa ini diaplikasikan pada Atap bagian bawah, dan dinding luar bagian bawah rumah dengan memberi motif Bungong Jeumpa setengah Mekar untuik memperindah rumah yang di kerjakannya tersebut.
Selain pada kain songket dan seni ukir rumah, ternyata Corak Bungong Jeumpa ini sering digunakan sebagai bangunan dan Monumen. Contohnya bisa terlihat pada pintu gerbang kawasan kampus di Darussalam Kota Banda Aceh. Pada bagian atas pintu gerbang tersebut digunakan ornamen berbentuk kuncup Bungong Jeumpa tiga tingkat yang akan merekah.
Ornamen tersebut menandakan sebuah keberadaan Darussalam sebagai pusat pendidikan di Aceh. Hal tersebut dengan berdirinya dua Perguruan Tinggi Negeri kebanggaan rakyat Aceh yaitu Universitas Syiah Kuala dan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.
Jeumpa Sebuah Kerajaan Di Aceh
Dari sumber lain nama "Jeumpa" juga menjadi sebuah nama kerajaan yang pernah berada di Aceh. Sebelum berdirinya Kerajaan Aceh Dararusalam.
Jika diurutkan dalam berdirinya kerajaan-kerajaan yang ada di Aceh, Kerajaan Jeumpa menempati urutan pertama, setelah itu Kerajaan Samudra Pasai, dan selanjutnya barulah Kerajaan Aceh Darussalam.
Lokasi beridirinya Kerajaan itu secara geografis terletak di wilayah administratif kabupaten Bireun sekarang.
Berdasarkan Ikhtisar Radja Jeumpa yang ditulis Ibrahim Abduh, disadurnya dari Hikayat Radja Jeumpa. Kerajaan Jeumpa berdiri pada abad ke-8 Masehi yang berada di sekitar daerah perbukitan mulai dari pinggir sungai Peudada di sebelah barat sampai ke timur dari Pante Krueng Peusangan.
Istana Raja terletak di desa Blang Seupeueng di sebelah utara, saat ini disebut daerah Cot Cibrek Pintoe Ubeuet.
Bunga cempaka, bunga cempaka terkenal di Aceh
Bungong teuleubèh, teuleubèh indah lagoë na
Bunga yang lebih, lebih Indah bunganya
Putéh kunèng meujampu mirah
Putih kuning bercampur merah
Keumang siulah cidah that rupa
Mekar sekuntum indah rupawan
Lam sina buleuën, lam sina buleuën angèn peuayôn
Dalam sinar bulan, dalam sinar bulan angin ayunkan
Rurôh meususôn, meususôn, nyang mala-mala
Gugur bersusun, bersusun, yang sudah layu
Mangat that mubèë meunyo tatém côm
Harum baunya kalau dicium
Leupah that harôm si bungong jeumpa
Alangkah harum si bunga cempaka
Agar menyanyinya tidak terasa ketinggian atau kerendahan, pengambilan nada dasar diambil dari nada dasar DO=C yang kemudian disatukan dalam birama 4/4.
Asal: Aceh
Nada Dasar: DO = C
Birama: 4/4
Tempo: Andante
Kalau mendengar kata Aceh, Lagu daerah yang paling asik di daerah ini adalah lagu Bungong Jeumpa. Lagu yang memiliki sebuah aura positif sebagai gambaran daerah Aceh Bak Bungong Jeumpa yang mempesona.
Lagunya ini enak untuk didengar karena alunan lagunya yang penuh semangat dengan nada-nada yang mudah, tidak sulit untuk dipelajari.
Lagu Bungong Jeumpa terinspirasi dari Bunga Cempaka Wangi (michelia-champaca)
Lagu Bungong Jeumpa seperti judulnya merupakan sebuah lagu yang terinspirasi dari Bunga Cempaka Wangi dalam bahasa aceh (Bungong Jeumpa) merupakan sebuah maskot dari Aceh itu sendiri.Warnanya yang khas putih kuning bercampur merah dan harumnya yang khas menunjukkan sebuah keindahan, semangat dan kesempurnaan.
Dalam bahasa bahasa daerah lain Bungong Jeumpa bisa dijumpai dengan ragam bahasa yang berbeda seperti kantil (Jawa), Cempaka Bodas (Sunda), Cempaka Bobulo (Tidore), cempaka Mopusi (Mongondow), Cempaka (Madura), Cempaka Putieh (Minangkabau), Elang Kebo (Makasar), Cempaka Bobudo (Ternate), Bunga Sulap Mapute (Bugis).
Bungong Jeumpa bisa menjadi inspirasi dari lagu ini karena bunga ini pada saat itu sangat mudah dijumpai di Aceh yang menjadi sebuah tumbuhan endemik / tumbuhan liar yang sangat mudah tumbuh didaerah itu. Selain itu tentunya bunga ini mempunyai sebuah keindahan dan wanginya yang khas yang menggambarkan akan sebuah Semangat dan Keindahan Tanah Aceh.
Namun yang disayangkan saat ini bunga Jeumpa sudah menjadi tanaman yang sulit di temukan lagi, sehingga generasi seperti saat ini, mungkin akan bertanya, yang mana sih bunga Cempaka/ Bungong Jeumpa itu?
Bungong Jeumpa Mempengaruhi tradisi
Bangong jeumpa di Aceh nampak menunjukkan pengaruh bagi kebiasaan atau tradisi di Aceh. Dalam hal ini bisa terlihat dalam pemakaian bunga ini dalam upacara tradisi dan ukiran-ukiran pada bangunan bersejarah.
Dalam upacara perkawinan, kuncup Bungong Jeumpa dijadikan hiasan kepala Dara Baro (Pengantin). Namun karena saat ini bungong jeumpa bisa dikatakan sulit dijumpai lagi, BUngong jeumpapun sering kali diganti dengan bunga melati.
Dalam upacara Manoe Pucok sebuah tradisi memandikan mempelai perempuan menjelang hari ijab-kabul pernikahan, Bungong Jeumpa dijadikan campuran bunga dengan bung lainnya pada air dalam mundam.
|
Dalam Ziarah Makam juga, Bunga Jeumpa dijadikan campuran dalam campuran wewangian untuk acara ziarah tersebut.
Bungong Jeumpa menjadi sebuah ragam Rias
Di daerah Aceh corak-corak Bunga Cempaka (Bungong Jeumpa) juga ikut mewarnai keberagaman seni songket, Interior dan Exterior rumah Aceh, seni bersejarah seperti Corak Monumen.
Salah satu motif songket dari Aceh yaitu menggunakan Motif Bungong Jeumpa yang sudah mekar dalam tenunannnya.
Corak-corak dari bentuk Bungong Jeumpa juga sering menjadi inspirasi bagi para Utoh (pengerjin ukiran rumah) dalam menciptakan sebeuh seni Interior dan exterior rumah di tradisioanl di aceh.
Biasanya corak Bungong Jeumpa ini diaplikasikan pada Atap bagian bawah, dan dinding luar bagian bawah rumah dengan memberi motif Bungong Jeumpa setengah Mekar untuik memperindah rumah yang di kerjakannya tersebut.
Selain pada kain songket dan seni ukir rumah, ternyata Corak Bungong Jeumpa ini sering digunakan sebagai bangunan dan Monumen. Contohnya bisa terlihat pada pintu gerbang kawasan kampus di Darussalam Kota Banda Aceh. Pada bagian atas pintu gerbang tersebut digunakan ornamen berbentuk kuncup Bungong Jeumpa tiga tingkat yang akan merekah.
Ornamen tersebut menandakan sebuah keberadaan Darussalam sebagai pusat pendidikan di Aceh. Hal tersebut dengan berdirinya dua Perguruan Tinggi Negeri kebanggaan rakyat Aceh yaitu Universitas Syiah Kuala dan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.
Jeumpa Sebuah Kerajaan Di Aceh
Dari sumber lain nama "Jeumpa" juga menjadi sebuah nama kerajaan yang pernah berada di Aceh. Sebelum berdirinya Kerajaan Aceh Dararusalam.
Jika diurutkan dalam berdirinya kerajaan-kerajaan yang ada di Aceh, Kerajaan Jeumpa menempati urutan pertama, setelah itu Kerajaan Samudra Pasai, dan selanjutnya barulah Kerajaan Aceh Darussalam.
Lokasi beridirinya Kerajaan itu secara geografis terletak di wilayah administratif kabupaten Bireun sekarang.
Berdasarkan Ikhtisar Radja Jeumpa yang ditulis Ibrahim Abduh, disadurnya dari Hikayat Radja Jeumpa. Kerajaan Jeumpa berdiri pada abad ke-8 Masehi yang berada di sekitar daerah perbukitan mulai dari pinggir sungai Peudada di sebelah barat sampai ke timur dari Pante Krueng Peusangan.
Istana Raja terletak di desa Blang Seupeueng di sebelah utara, saat ini disebut daerah Cot Cibrek Pintoe Ubeuet.
Lirik dan Terjemahan Lagu Bungong Jeumpa
Bungong jeumpa, bungong jeumpa meugah di AcèhBunga cempaka, bunga cempaka terkenal di Aceh
Bungong teuleubèh, teuleubèh indah lagoë na
Bunga yang lebih, lebih Indah bunganya
Putéh kunèng meujampu mirah
Putih kuning bercampur merah
Keumang siulah cidah that rupa
Mekar sekuntum indah rupawan
Lam sina buleuën, lam sina buleuën angèn peuayôn
Dalam sinar bulan, dalam sinar bulan angin ayunkan
Rurôh meususôn, meususôn, nyang mala-mala
Gugur bersusun, bersusun, yang sudah layu
Mangat that mubèë meunyo tatém côm
Harum baunya kalau dicium
Leupah that harôm si bungong jeumpa
Alangkah harum si bunga cempaka
Partitur Not Angka dan Chord Lagu Bungong Jeumpa
Lagu yang asik menarik dari Aceh yang terisnpirasi dari Banga Jeumpa ini, akan asik dinyayikan dalam tempo andante sedang dengan hitungan kecepatan kurang lebih 69 -76 langkah permenit.Agar menyanyinya tidak terasa ketinggian atau kerendahan, pengambilan nada dasar diambil dari nada dasar DO=C yang kemudian disatukan dalam birama 4/4.
Posting Komentar untuk "Lagu Bungong Jeumpa | Asal Sejarah, Lirik, Terjemahan dan Partitur Not Angka serta Chordnya"